KodeMimpi.com - 30/JAN/2026
<br>

KODEMIMPI.com - Real Madrid secara mengejutkan menelan kekalahan 2-4 atas Benfica pada matchday ke-8 Liga Champions 2025-2026. Pertandingan Benfica vs Real Madrid berlangsung di Estadio Da Luz, Lisbon, pada Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Empat gol Benfica dicetak melalui brace Andreas Schjelderup (36', 54'), Vangelis Pavlidis (45+5'pen), dan Anatoliy Trubin (90+8'). Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas gol melalui Kylian Mbappe (30', 58'). Los Blancos juga harus bermain dengan sembilan pemain usai Raul Asencio dan Rodrygo mendapat kartu merah. Dengan hasil ini, Real Madrid gagal lolos otomatis ke babak 16 besar dan harus berjuang di laga playoff usai finis di posisi ke-9. Kekalahan ini cukup mengenaskan mengingat sebelum melakoni laga ini, Madrid masih bersaing di posisi tiga besar dan hanya butuh hasil imbang untuk bisa lolos ke 16 besar. Mantan penyerang Real Madrid, Fernando Morientes mengutarakan keprihatinannya atas kekalahan mantan timnya melawan Benfica. Dalam hal ini, Morientes memberikan penilaian yang keras, khususnya menyoroti penampilan pemain muda Real Madrid, Franco Mastantuono. Morientes menganggap pemain asal Argentina itu tidak tampil maksimal dan beberapa kali mudah kehilangan bola. “Mastantuono tidak tampil maksimal, dia tidak akurat atau cepat, dia mencoba menggiring bola dan kehilangan bola. Dalam konteks ini, Madrid harus meningkatkan performa,” ujarnya dikutip dari Madrid Universal. Lebih dari itu, Morientes terkejut dengan performa Benfica yang mampu bermain dengan intensitas tinggi dan membuat Madrid tak berdaya. “Saya sulit percaya bahwa Benfica bisa bermain dengan intensitas seperti itu. Dan Madrid pun runtuh,” sambungnya. Morientes lantas memberikan analisisnya tentang kesalahan yang dibuat oleh Real Madrid atas Benfica pada laga ini. Menurutnya, ada yang berbeda dengan cara bermain Real Madrid terutama saat para pemain Los Blancos kesulitan menerapkan strategi terbaiknya. “Konteksnya berbeda dengan pertandingan melawan Monaco, di mana ada ruang untuk berlari." "Pertandingan itu intens, dengan banyak duel dan tempo tinggi. Beberapa pemain kehilangan arah dalam permainan yang saling berbalas serangan itu. Benfica terus menekan area Courtois,” tandasnya. Benfica berhasil membuat Real Madrid tak mampu mengembangkan permainan. Sejumlah pemain juga disebut tidak mendapat banyak kesempatan. “Setelah skor 0-1, Benfica menyamakan kedudukan dan Madrid kehabisan ide. Arbeloa menekankan untuk memberikan bola kepada Vinicius, tetapi itu tidak terjadi hari ini,” tandasnya. Real Madrid menatap laga berikutnya kontra Rayo Vallecano pada Minggu (1/2/2026) malam WIB di Liga Spanyol. Meski terpuruk di Liga Champions, Madrid masih cukup potensial untuk meraih trofi musim ini meski masih tertinggal satu poin dari Barcelona di puncak.