*Fans Chelsea Kirim Ultimatum ke BlueCo, Ancam Gelar Demo

todd-boehly-behdad-eghbali-chelsea-liga-champions-chelsea-vs-real-madrid_169.jpeg KODEMIMPI - Kelompok suporter Chelsea bersiap menggeruduk BlueCo, konsorsium pemilik klub. Mereka memprotes kepemimpinannya dan siap menggelar demo.

Melansir OneFootball, kelompok suporter bernama 'Not a Project CFC', memberi pernyataannya di media sosial. Mereka mengecam hasil buruk tim belakangan ini.

Chelsea baru saja tersingkir memalukan dari Liga Champions. Reece James dkk didepak Paris Saint-Germain dengan agregat 2-8 di 16 besar.

"Kami ingin mengumumkan bahwa aksi protes lanjutan sedang direncanakan," tulis pernyataannya.

'Mengingat peristiwa-peristiwa terkini dan terus berkurangnya nilai-nilai yang dulu menjadi ciri khas Chelsea Football Club, kami yakin "sangat jelas" bahwa tindakan berkelanjutan diperlukan."

"Sejak aksi protes pertama, kami telah berkoordinasi dengan berbagai kelompok penggemar dan organisasi. Kami menyadari tidak semua orang merasa nyaman berdiri di luar stadion untuk berdemonstrasi, namun kami menyambut dukungan dari mereka yang, seperti kami, percaya bahwa kondisi klub saat ini dan arah yang ditempuhnya tidak boleh berlanjut."

"Salah satu refleksi utama sejak aksi protes terakhir adalah bahwa pesan harus selaras dan basis penggemar perlu bersatu. Bagi kami jelas bahwa kepemilikan saat ini tidak mendengarkan. Mereka tidak peduli dengan kekhawatiran para pendukung dan mereka membahayakan masa depan klub sepak bola kami. Pesan kami sederhana. BlueCo / Clearlake Keluar," tegasnya.

Musim ini, BlueCo bikin kebijakan yang disorot usai berpisah dengan manajer Enzo Maresca. Padahal pria Italia itu membawa gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub tahun lalu.

BlueCo, yang dipimpin Todd Boehly, Clearlake Capital (Behdad Eghbali), Mark Walter dan Hansjorg Wyss, kemudian menunjuk Liam Rosenior. Manajer Inggris itu belum bisa membawa tim tampil apik dengan konsisten.

Selain tersingkir di Liga Champions, Chelsea juga gagal ke final Piala Liga Inggris usai dikalahkan Arsenal. Sementara di Liga Inggris, mereka juga masih tertahan di peringkat enam klasemen, terancam gagal ke Liga Champions musim depan.